Sabtu, 26 Februari 2011

petunjuk jika kamu berani mencari

untuk wanita2 disana renungi dan tanyakn ini pada dirimu saat kamu menghadapi salah satu masalah ini,,
untuk pria2 disana yang mungkin ini akan berguna saat menghadapi hal2 yang nyrempet ke arah topik ini,,hehehe
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

aku bahagia..
pernahkah aku mengucap itu dengan sungguh2?
benarkah aku betul2 merasakannya?
apakah di saat aku bahagia, orang2 terkasihku juga bahagia?
atau justru mereka tersakiti bahagiaku?

aku menyukainya..
apakah iya aku mengucap ini dengan snyum tulus tanpa air mata yang menemani di sela2 nya?
rasa sakit yang kurasa, tertutupikah dengan ungkapan kata ini?
pernahkah ada sedikit rasa sesal yang keluar sesaat setelak kuucap ini?
benar2kah aku merasaknnya?

aku menerimanya..
semua rasa sakit itu?
kata2 kasar itu?
tindakannya melukai perasaanku itu?
kebohongannya?
benarkah? aku menerimanya dengan sungguh2?

aku bertahan..
apakah benar yang kulakukan ini?
apakah layak untuk aku perjuangkan?
sampai berapa lama sesak, perih, sakit, akan mengiringi langkah ku ini?
bertahan untuk apa?

apakah aku pantas menerima semua ini?
di saat aku melakukan hal2 untuk membuatnya tersenyum..
hal2 untuk membuatnya sedikit merasa lebih lega
hal2 untuk mengurangi letih di mata dan hatinya..
saat kubiarkan dia tertidur kala aku butuh semangatnya tuk sedihku..
apakah aku harus terus berjalan menuju pusat derita untuk terus memenangkan hatinya?
apakah aku harus terus menatapnya untuk mencari kebutuhannya di matanya dan memenuhinya tanpa tanya?

kenapa aku tak diperjuangkan olehnya?
apa karena dia yakin aku tetap akan memaafkannya?
pakah karena dia yakin aku takkan pergi?

apakah aku tak layak untuk diperjuangkan?
apakah memang airmata dan sakit adalah bagianku saat menghadapi keangkuhan hatinya yang dipasangnya tinggi2 itu?

lalu dimana keberadaan ku selama ini di hatinya?
apakah hanya tempat dya mencari penghiburan hati yang ternyata dia juga mencari di tempat lain?
aku dianggap apa?
bukan balasan atas apa yang aku lakukan untuknya yang kuharapkan..!!

aku bahagia
aku menyukainya
aku menerima keadaannya dan mencoba untuk memahaminya
aku bertahan
aku memperjuangkannya

rasa sayang memakanku bulat2,,kata cinta menghujamku pelan..
air mata tak bisa mengobati pilu lagi
tawa pun tak bisa terurai untuk mengisi kekosongan..
ya,,ada saatnya aku memang harus membiarkannya berlalu begitu saja
seperti matahari yang hanya sebentar ada untuk pelangi..
bukan karena aku menyrah..
bukan karena aku takut untuk maju, karena selama ini aku tak pernah mundur..
hanya saja..
aku lelah..
itu saja..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
karna satu2nya yang bisa dikendalikan dalam hubungan adalah diri sendiri, dan dalam suatu hubungan tak ada yang berjalan sendiri..
hargai dirimu atas apa yang telah kamu lakukan untuknya dengan membuat keputusan yang tepat..ironis memang karna note ini di buat oleh saya x)
tapi setidaknya, ketika saya mencoba untuk saling memberi kekuatan, mungkin saya akan menemukan jawaban untuk diri saya sndiri..x)
gud luck
luv_kohati

wanita diciptakan bukan untuk di.....

wanita katanya tercipta dari tulang rusuk pria
wanita katanya tercipta untuk menemani pria
katanya karena persamaan gender, wanita merasa dispesialkan
merasa dirinya harus sepantar dengan pria, entah dipaksakan atau tidak kemampuannya..
katanya wanita hanya diciptakan untuk ada di dapur dan di kasur...
hmm

wanita terkadang tak bisa bersuara saat haknya terambil begitu saja
saat apa yang dilakukannya tak pernah bernilai di mata orang lain
saat apa yang dimiliki diambil di depan mata tanpa aba-aba bahkan oleh wnita lain
saat harus meratapi apa yang hilang dan menghadapinya seorang diri
dan hanya karena tak mampu bersuara, wanitapun dianggap lemah
hmmm

wanita untuk cerita itu ingin dipandang kuat
menyembunyikan lukanya dengan senyum dan tawa
baginya keceriaan orang2 terkasih adalah sumber obat mujarab untuk luka yang menganga lebar
tapi wanita tetap terluka..
sehingga di tengah perjalanan, dirinya dianggap sok kuat dan menipu diri sendiri

jadi untuk apa wanita diciptakan dengan segala keindahan dan kelembutan hatinya?
ketika wanita bertanya, mampukan dia bersuara?

wanita harus bisa bersuara saat apa pun yang terjadi dengan mengedepankan pikiran dan kepintarannya..
wanita haruslah pintar
harus percaya diri
tak boleh rendah hati
berani menghadapi kodratnya tanpa harus menutup mata terhadap perubahan juga ketakutannya..
bukan berarti harus mampu mengungguli pria, tapi harus maju dengan semua kelebihannya...

Wahai Tuan..

Aku pernah mendamba senyum itu selalu.
Aku pernah menunggu hingga jantung berdegup kencang saat kamu melewati depan kelasku
atau
saat kamu hanya melempar senyum sambil berlalu.

Aku pernah menanti sms dan telponmu setiap malam
Aku pernah mengharapkan kamu menawarkan tumpangan berangkat ke kampus
Aku pernah melompat-lompat kegirangan di balik pintu kamar, saat kamu mengajakku makan malam bersama
atau
ketika kamu menyediakan waktu untukku walau hanya untuk mendengarkan keluh kesahku

Aku merasa mukaku memerah sangat ketika aku mendengar pujianmu
Aku merasakan jantngku jatuh ke kaki saat kamu bilang kamu sayang aku
Aku pernah teriak-teriak kegirangan saat kamu bilang ingin kenal aku lebih jauh

Aku pernah melambung tinggi karena sikap-sikapmu itu.
Tapi aku pernah melepaskan genggaman tanganmu kala itu
Aku pernah melepaskan pandangan ku darimu
Aku pernah mengingkari keberadaanmu
HIngga akhirnya aku terduduk diam karena kehilanganmu.
tak pernah lagi aku terbang jauh dibawa oleh mu..
Karena aku tahu, aku mendambamu.
Hampa sudah, aku sesali itu.
berbalik arah memunggungimu tanpa kau tahu akan hal itu.

Wahai Tuan yang pernah memberikan senyuman paling manis padaku.
Wahai Tuan yang pernah menemaniku di sepi hari-hariku.
Wahai Tuan yang pernah memberikan hatinya padaku.
Wahai Tuan sang Pemilik hati dan rasa ini.

Aku tahu egoku melukaimu, Tuan.
Aku tahu aku hanya ingin memilikimu, Tuan.
Aku tahu aku telah pura-oura tidak peduli padamu, Tuan.

Tetapi, jangan pernah permainkan hati ini Tuan.
Karena kita pernah menjalaninya bersama.
Jangan pernah lampiaskan kekecewaanmu terhadap kekasih barumu padaku Tuan.
Karena hati ini masih mengharapkanmu Tuan, itu menyakitkan.
Jangan pernah datang dan pergi menyiram harapan dan rasa yang kupendam ini Tuan.
Tidakkah kau tahu,
satu sms atau telponmu saja sudah hampir membuatku tak tidur semalaman saking gembiranya.
Mendengar namamu disebut saja sudah seperti mengenakan speaker sekian juta Herzt frekuensinya.

Aku pernah menyakitimu Tuan.
Tapi jangan tutupi atau pura-pura tidak tahu kalau aku masih sangat mengharapkanmu.
JAdi, hentikan semua perhatianmu yang tiba-tiba itu Tuan..
Tapi tidak untuk lenyap dari radar penglihatanku selamanya Tuan.
Sungguh, hati ini senang hanya melihatmu, sungguh
dan aku tahu, perih ini akan terganti oleh cinta yang baru.

Tuan, terkadang aku berharap..sangat berharap..
Kalau kamu akan merasakan hal yang sama..
Mungkin ini hanyalah mimpi belaka ya Tuan?
Karena sekarang Tuan sudah melangkah maju di depan ku.
Jauh sekali sampai tak dapat lagi ku ikuti Tuan berjalan di belakang sambil memegang ujung kemeja Tuan, seperti dulu.

Tuan, aku juga akan melangkah maju.
Terimakasih.
Ku harap Tuan bahagia dengan pemilik hati Tuan..
hingga nanti..

CHASING U

mungkin Tuhan marah karena aku telah menyerah kalah
tapi aku tak pernah tahu kalau cara Tuhan begini kejam

Aku dibuatNya kian mendamba dia
Aku dibuatNya kian merindukan dia
di kepalaku hanya ada..
DIA
DIA
dan
DIA.

berulang kali ku tulis surat pada Tuhan
mohon berikan dia hatiku jika ia untukku
tapi mengapa jawabannya seperih ini?
aku tak dibiarkanNya menjumpa penghiburan diri itu
semu.
hampa.

aku memintaNya untuk menjaga dia jika hatiku untuknya
tapi aku lupa menuliskan bahwa aku juga ingin hatinya hanya untukku
inikah balasan dan hukuman Tuhan karena aku terlalu egois pada Nya?

aku ingin mengenyahkan dia dari pikiran ku.
tapi semakin aku ingin, semakin aku merindukannya.
Tuhan!
jawab suratku itu dengan benar.
aku tak ingin lagi perih ini menggerogotiku dari dalam.
hilangkan ia dariku.
ambil hatiku darinya
atau
berikan ia hanya untukku

aku tahu Engkau marah pada ku
karena aku tak lah layak untuk hambaMu yang kau cintai itu
tapi apakah aku juga tak boleh mendapatkan sedikit penghiburan sebelum hukuman Mu jatuh padaku?
karena aku mendamba kekasihMu?

Tuhan,,pertemukanlha aku dengannya
esok,,
lusa
esok
lusa
esok
lusa

beri ia tahu aku merindukannya selalu!
sangat!!

Senin, 27 Desember 2010

Kemana cinta?

Kemana Cinta?

Kemana perginya Cinta ketika aku mengusiknya dengan hitam putih cerita yang tak lagi bersuara?

Kemana Cinta bersembunyi ketika tanganku menari di antara pita warna warni?

Kemana Cinta berlari ketika aku masih duduk di tepi rindu ini?

Kemana Cinta bertamu ketika aku menjemput hariku saat lembar-lembar daun tak lagi jatuh ke tanah?

Kemana Cinta pergi saat aku memeluk malam dengan gelisah?

Kemana Cinta??

‘n96un-261010

wisma intan #2

Minggu, 3 Oktober 2010.
Hari ini saya bangun dan benar-benar berniat mencari uang untuk sesuap nasi. Hah! Bersama teman-teman kos, yaitu Tikul, Cece, Boi, Ateu, dan saya semalam mengumpulkan baju-baju bekas layak pakai kami untuk dijual kembali di daerah Sempur. Setelah melakukan penyortiran, baju-baju disusun berdasarkan harga, dan menahan kantuk setengah hidup tapi tak bisa tidur karena rasa lapar yang lambat-lambat naik ke pusat sadar saya, kami pun kembali ke kamar masing-masing untuk menabung tenaga dan suara.
Hari ini, saya sih tidak bangun kesiangan. Malahan saya menyempatkan diri untuk mandi. Yah, karena semalamnya saya tidak sempat mandi atas anjuran si Pacar. Saya bangunkan personil-personil cantik ini dari tidur kebonya. Bangun untuk sholat subuh, membuka jendela guna menyambut malaikat Israfil yang membagikan rezeki dari Allah untuk kami. Ujung-ujungnya, kami pun kesiangan berangkat dari kos Wisma Intan ini. Perkiraan semula, kami berangkat setelah sholat subuh. Memang benar, kami semua berangkat setelah sholat subuh, lebih tepatnya sejam setelah sholat subuh. Alhasil, kami pun telat untuk datang berebut tempat untuk menggelar lapak.
Diawali dengan wajah-wajah yang sempat ditekuk tiga tujuh sebelas akibat kendaraan yang kami naiki menuju lapangan Sempur, tapi apa daya? Pesona kami satu sama lain begitu hebatnya sehingga saat melihat teman pun kami masih bisa tertawa. Alhamdulillah. Saat lapak digelar, barang dijajakan, alih-alih kami datang kesiangan, seorang ibu separuh baya datang melihat dan menawar barang dagangan kami. Hal yang menarik pun dimulai. Ibu yang tak kami ketahui namanya ini, sepakat kami sebut dengan nama Ibu Petuah. Mengapa demikian? Karena Ibu Petuah ini ketika melihat barang dagangan kami, dia akan berkata:
“Ya ampun, masih bagus begini, mending dipake ajaa, ngapain juga dijual?”
“Ini pasti dari orang tua kamu kan? Kok dijual sih? Sayang kan? Mending disimpen aja tuh.”
Kami pun menjawab asal-asalan:
“Yah Bu, buat biaya hidup Bu, Demi sesuap nasi yang tak lagi kami mampu membelinya.”
Atau
“Kasian nih Bu temen saya, udah hampir diusr dari kos gara-gara gak bayar kos 2 bulan Bu.”
Eh, si Ibu Petuah malah menjawab:
“Jangan mengurang-ngurangi apa yang udah ada loh. Gak boleh kayak begitu.”
Tiba-tiba aja, entah mengapa ucapannya seperti berbunyi “Jlebbh!” bagi kami berlima.
Tak lagi kami bisa berkata apa-apa selain:
“Ehe,, iya ya Bu ya?” dengan senyum-senyum miris yang tak lagi bisa kami sembunyikan.

Ketika Ibu Petuah itu pergi sebentar untuk mengambil uangnya, kami lantas saling melempar pandang, beristighfar, lalu mengucap hamdalah. Kemudian hingga selesai kami berjualan demi sesuap nasi pun, kata-kata itu terus kami ulang di saat salah satu dari kami mulai mengucapkan kata-kata yang mengecilkan nikmat Allah yang sebegitu besarnya. Subhanallah.
Alhamdulillah ya Rabb. Disaat seperti ini pun Engkau masih mengingatkan kami akan nikmatMu yang melimpah ruah. Mengajarkan kami agar tidak tamak, tidak selalu melihat ke atas, dan menjaga lisan kami dengan sebaik-baiknya. Betapa Engkau mencintai kami ya Allah. Dan kami pun mencintaiMu, dengan cinta yang terus bertambah dari hari ke hari. Walaupun cinta kami tak mampu menyaingi cintaMu yang sejati, izinkanlah kami mencintaiMu dengan segala apa yang Engkau berikan pada kami ya Allah. Mohon kuatkan, pelihara hidayah ini, nikmat yang tak sanggup ditukar dengan apapun di dunia ini. Maafkan segala khilaf kami ya Allah, maafkan segala tutur kata, keluhan, sikap kami yang tak baik padaMu. Jangan biarkan kami menjadi pengkhianat cintaMu ya Allah. Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat meraih ridhoMu selalu dan bermanfaat untuk orang lain. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Amin ya Rabb, Tuhanku yang Maha Keren.
Kami pun kembali ke kos dengan perasaan yang ringan, tenang, lega. Entahlah. Kata macam apapun tak bisa mewakili apa yang teman-teman dan saya rasakan. Saya puas. Saya bisa menikmati hasil jerih payah ini dengan teman-teman. Saya dan Cece lantas ke dapur untuk memasak makan siang dari hasil berjualan baju bekas kami. Menu siang ini adalah sayur asem dan oncom goreng. Sungguh, saya tidak melebih-lebihkannya, tetapi saya benar-benar senang, lega, dan bisa makan dengan tenang. Alhamdulillah. Saya masih bisa makan siang dengan baik padahal di luar sana masih banyak saudara-saudara saya yang untuk besok pun belum tentu menyantap makanan seperti saya.
Hari ini saya benar-benar diajarkan langsung oleh Allah tentang betapa pentingnya bersyukur untuk nikmatNya yang selalu diberikan pada saya. Saya jadi merasa malu pada diri saya sendiri. Malu akan tindakan saya selama 4 tahun ini yang benar-benar menghamburkan uang tanpa merasa bersalah. Benar-benar suatu kesia-siaan. Astaghfirullah. Sekarang saya harus lebih cermat, tekun, sabar, dan mampu melihat betapa banyaknya kasih sayang Allah dalam keadaan tersulit sekalipun. Ya, Allah ada selalu untuk saya. Saya percaya itu. Allah tidak pernah meninggalkan saya. Tidak pernah tidak mendengarkan saya. Saya tahu itu. Saya yakin itu. Bismillah.
“Dan nikmat Allah mana yang kamu dustakan?”
-Si Manisnya Allah-

cinta #5

Cinta begitu mudah ditemukan. Tak perlu kamu lari mencari. Tak perlu kamu tersedu meratapi.
Bahkan ketika Cinta tak sanggup berlari, janganlah menyerah. Karena Cinta punya cara untuk bergerak. Saat kaki-kakinya tak lagi mampu berpijak, Cinta akan mengembangkan sayapnya. Terbang jauh tinggi, meraih jemari yang selalu menebar kasih.
Bangkitlah saudariku. Bangkit!
Tengadahkan kepala, usap air mata. Kehilanganmu tak perlu disesali. Apa-apa yang hilang, akan selalu terganti. Apa-apa yang pergi, akan selalu kembali. Terganti dengan pelipur lara yang jauh berjuta-juta kali lebih baik. Kembali dalam bentuk yang berkali lipat indahnya.
Semua itu jika kamu percaya. Jika kamu mencari.
Dan jika kamu bertanya padaku,
Apa yang harus ku cari?
Cinta yang hakiki, saudariku. Cinta yang selalu menemani kita. Bahkan ketika kamu, aku, baru belajar bagaimana caranya menghirup udara dunia. Cinta yang tak pernah meninggalkan kita, bahkan saat kita menutup mata dari cahaya.
Cinta yang selalu memberi dan memaafkan. Cinta yang disampaikan pada tangan-tangan lembut Ibu yang membelai kita dalam biduannya. Cinta yang ada pada tiap peluh keringat Ayah ketika ia berperang menerjang siang dan kembali pulang.
Cinta yang menundukkan matahari, yang menggerakkan angin, yang menghidupkan tiap helai daun. Cinta yang menghiasi malam dengan indahnya bintang.
Cinta yang begitu besar untuk kita, jiwa-jiwa kecil yang pasti akan hilang.
Tahukah kau apa itu saudariku?
Cinta Allah.
Cinta yang Allah berikan pada tiap insan yang mendambaNya, yang mencariNya, yang merinduNya, yang mengucap namaNya. Begitu banyak bukti cintaNya, kasihNya. Bagian mana yang hendak kamu elakkan saudariku?
Ketika Allah mengujimu dengan rasa kehilangan. Sesungguhnya Ia ingin memberitahu kamu, bahwa apa yang kamu punya, yang kamu sayangi di dunia, akan ada masanya untuk pergi meninggalkanmu. Hanya Ia yang takkan hilang, takkan meninggalkanmu. Hanya Dia tempat kamu meminta dan berlindung. Kenapa? Cemburukah Allah? Tidak!
Ketika Allah mengujimu dengan rasa sakit yang kamu rasakan. Sesungguhnya Ia ingin mengajarkanmu, bagaimana caranya menjadi lebih kuat. Kuat untuk berjuang meraih ridhoNya. Kuat untuk bertahan menjadi pribadi yang dapat melindungi saudara dan saudari lainnya. Kenapa? Egoiskah Allah? Tidak!
Ketika Allah mengujimu dengan pengkhianatan. Sesungguhnya Ia ingin mengajarkanmu bagaimana cara menjaga kepercayaan. Bahwa memikul amanah adalah tugas yang berat untuk kita sebagai manusia. Juga supaya kamu tidak mengkhianatiNya dengan mengulang-ulang kesalahanmu. Kenapa? Jahatkah Allah? Tidak!
Sungguh tak ada kerugian bagi Allah ketika kamu berpaling dariNya. Itulah cara Allah mengutamakanmu. Itulah cara Allah meninggikan derajatmu. Ia begitu ingin kamu kelak dekat denganNya, berada di sisiNya. Begitu besar cinta Allah untukmu bukan?
Jika kamu berusaha mencari dan telah menemukanNya, maka kehilanganmu tak ada apa-apanya. CintaNya memenuhi hatimu, saudariku. Percayalah. Dukamu takkan lama hinggap. Sakitmu takkan lama bertamu. Allah menghapusnya dengan cinta yang lebih besar dan melimpah.
Ketika kamu berusaha meraih cintaNya, Ia akan memberikan cinta dan kasih semesta alam untukmu. Dapatkah kamu menghitungnya, saudariku?
Maka, janganlah kamu bersedih saudariku. Percayalah, Allah telah menyiapkan banyak hal terbaik untukmu. Bangkit dan tersenyumlah! Hamasah!