Senin, 27 Desember 2010

Kemana cinta?

Kemana Cinta?

Kemana perginya Cinta ketika aku mengusiknya dengan hitam putih cerita yang tak lagi bersuara?

Kemana Cinta bersembunyi ketika tanganku menari di antara pita warna warni?

Kemana Cinta berlari ketika aku masih duduk di tepi rindu ini?

Kemana Cinta bertamu ketika aku menjemput hariku saat lembar-lembar daun tak lagi jatuh ke tanah?

Kemana Cinta pergi saat aku memeluk malam dengan gelisah?

Kemana Cinta??

‘n96un-261010

wisma intan #2

Minggu, 3 Oktober 2010.
Hari ini saya bangun dan benar-benar berniat mencari uang untuk sesuap nasi. Hah! Bersama teman-teman kos, yaitu Tikul, Cece, Boi, Ateu, dan saya semalam mengumpulkan baju-baju bekas layak pakai kami untuk dijual kembali di daerah Sempur. Setelah melakukan penyortiran, baju-baju disusun berdasarkan harga, dan menahan kantuk setengah hidup tapi tak bisa tidur karena rasa lapar yang lambat-lambat naik ke pusat sadar saya, kami pun kembali ke kamar masing-masing untuk menabung tenaga dan suara.
Hari ini, saya sih tidak bangun kesiangan. Malahan saya menyempatkan diri untuk mandi. Yah, karena semalamnya saya tidak sempat mandi atas anjuran si Pacar. Saya bangunkan personil-personil cantik ini dari tidur kebonya. Bangun untuk sholat subuh, membuka jendela guna menyambut malaikat Israfil yang membagikan rezeki dari Allah untuk kami. Ujung-ujungnya, kami pun kesiangan berangkat dari kos Wisma Intan ini. Perkiraan semula, kami berangkat setelah sholat subuh. Memang benar, kami semua berangkat setelah sholat subuh, lebih tepatnya sejam setelah sholat subuh. Alhasil, kami pun telat untuk datang berebut tempat untuk menggelar lapak.
Diawali dengan wajah-wajah yang sempat ditekuk tiga tujuh sebelas akibat kendaraan yang kami naiki menuju lapangan Sempur, tapi apa daya? Pesona kami satu sama lain begitu hebatnya sehingga saat melihat teman pun kami masih bisa tertawa. Alhamdulillah. Saat lapak digelar, barang dijajakan, alih-alih kami datang kesiangan, seorang ibu separuh baya datang melihat dan menawar barang dagangan kami. Hal yang menarik pun dimulai. Ibu yang tak kami ketahui namanya ini, sepakat kami sebut dengan nama Ibu Petuah. Mengapa demikian? Karena Ibu Petuah ini ketika melihat barang dagangan kami, dia akan berkata:
“Ya ampun, masih bagus begini, mending dipake ajaa, ngapain juga dijual?”
“Ini pasti dari orang tua kamu kan? Kok dijual sih? Sayang kan? Mending disimpen aja tuh.”
Kami pun menjawab asal-asalan:
“Yah Bu, buat biaya hidup Bu, Demi sesuap nasi yang tak lagi kami mampu membelinya.”
Atau
“Kasian nih Bu temen saya, udah hampir diusr dari kos gara-gara gak bayar kos 2 bulan Bu.”
Eh, si Ibu Petuah malah menjawab:
“Jangan mengurang-ngurangi apa yang udah ada loh. Gak boleh kayak begitu.”
Tiba-tiba aja, entah mengapa ucapannya seperti berbunyi “Jlebbh!” bagi kami berlima.
Tak lagi kami bisa berkata apa-apa selain:
“Ehe,, iya ya Bu ya?” dengan senyum-senyum miris yang tak lagi bisa kami sembunyikan.

Ketika Ibu Petuah itu pergi sebentar untuk mengambil uangnya, kami lantas saling melempar pandang, beristighfar, lalu mengucap hamdalah. Kemudian hingga selesai kami berjualan demi sesuap nasi pun, kata-kata itu terus kami ulang di saat salah satu dari kami mulai mengucapkan kata-kata yang mengecilkan nikmat Allah yang sebegitu besarnya. Subhanallah.
Alhamdulillah ya Rabb. Disaat seperti ini pun Engkau masih mengingatkan kami akan nikmatMu yang melimpah ruah. Mengajarkan kami agar tidak tamak, tidak selalu melihat ke atas, dan menjaga lisan kami dengan sebaik-baiknya. Betapa Engkau mencintai kami ya Allah. Dan kami pun mencintaiMu, dengan cinta yang terus bertambah dari hari ke hari. Walaupun cinta kami tak mampu menyaingi cintaMu yang sejati, izinkanlah kami mencintaiMu dengan segala apa yang Engkau berikan pada kami ya Allah. Mohon kuatkan, pelihara hidayah ini, nikmat yang tak sanggup ditukar dengan apapun di dunia ini. Maafkan segala khilaf kami ya Allah, maafkan segala tutur kata, keluhan, sikap kami yang tak baik padaMu. Jangan biarkan kami menjadi pengkhianat cintaMu ya Allah. Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat meraih ridhoMu selalu dan bermanfaat untuk orang lain. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Amin ya Rabb, Tuhanku yang Maha Keren.
Kami pun kembali ke kos dengan perasaan yang ringan, tenang, lega. Entahlah. Kata macam apapun tak bisa mewakili apa yang teman-teman dan saya rasakan. Saya puas. Saya bisa menikmati hasil jerih payah ini dengan teman-teman. Saya dan Cece lantas ke dapur untuk memasak makan siang dari hasil berjualan baju bekas kami. Menu siang ini adalah sayur asem dan oncom goreng. Sungguh, saya tidak melebih-lebihkannya, tetapi saya benar-benar senang, lega, dan bisa makan dengan tenang. Alhamdulillah. Saya masih bisa makan siang dengan baik padahal di luar sana masih banyak saudara-saudara saya yang untuk besok pun belum tentu menyantap makanan seperti saya.
Hari ini saya benar-benar diajarkan langsung oleh Allah tentang betapa pentingnya bersyukur untuk nikmatNya yang selalu diberikan pada saya. Saya jadi merasa malu pada diri saya sendiri. Malu akan tindakan saya selama 4 tahun ini yang benar-benar menghamburkan uang tanpa merasa bersalah. Benar-benar suatu kesia-siaan. Astaghfirullah. Sekarang saya harus lebih cermat, tekun, sabar, dan mampu melihat betapa banyaknya kasih sayang Allah dalam keadaan tersulit sekalipun. Ya, Allah ada selalu untuk saya. Saya percaya itu. Allah tidak pernah meninggalkan saya. Tidak pernah tidak mendengarkan saya. Saya tahu itu. Saya yakin itu. Bismillah.
“Dan nikmat Allah mana yang kamu dustakan?”
-Si Manisnya Allah-

cinta #5

Cinta begitu mudah ditemukan. Tak perlu kamu lari mencari. Tak perlu kamu tersedu meratapi.
Bahkan ketika Cinta tak sanggup berlari, janganlah menyerah. Karena Cinta punya cara untuk bergerak. Saat kaki-kakinya tak lagi mampu berpijak, Cinta akan mengembangkan sayapnya. Terbang jauh tinggi, meraih jemari yang selalu menebar kasih.
Bangkitlah saudariku. Bangkit!
Tengadahkan kepala, usap air mata. Kehilanganmu tak perlu disesali. Apa-apa yang hilang, akan selalu terganti. Apa-apa yang pergi, akan selalu kembali. Terganti dengan pelipur lara yang jauh berjuta-juta kali lebih baik. Kembali dalam bentuk yang berkali lipat indahnya.
Semua itu jika kamu percaya. Jika kamu mencari.
Dan jika kamu bertanya padaku,
Apa yang harus ku cari?
Cinta yang hakiki, saudariku. Cinta yang selalu menemani kita. Bahkan ketika kamu, aku, baru belajar bagaimana caranya menghirup udara dunia. Cinta yang tak pernah meninggalkan kita, bahkan saat kita menutup mata dari cahaya.
Cinta yang selalu memberi dan memaafkan. Cinta yang disampaikan pada tangan-tangan lembut Ibu yang membelai kita dalam biduannya. Cinta yang ada pada tiap peluh keringat Ayah ketika ia berperang menerjang siang dan kembali pulang.
Cinta yang menundukkan matahari, yang menggerakkan angin, yang menghidupkan tiap helai daun. Cinta yang menghiasi malam dengan indahnya bintang.
Cinta yang begitu besar untuk kita, jiwa-jiwa kecil yang pasti akan hilang.
Tahukah kau apa itu saudariku?
Cinta Allah.
Cinta yang Allah berikan pada tiap insan yang mendambaNya, yang mencariNya, yang merinduNya, yang mengucap namaNya. Begitu banyak bukti cintaNya, kasihNya. Bagian mana yang hendak kamu elakkan saudariku?
Ketika Allah mengujimu dengan rasa kehilangan. Sesungguhnya Ia ingin memberitahu kamu, bahwa apa yang kamu punya, yang kamu sayangi di dunia, akan ada masanya untuk pergi meninggalkanmu. Hanya Ia yang takkan hilang, takkan meninggalkanmu. Hanya Dia tempat kamu meminta dan berlindung. Kenapa? Cemburukah Allah? Tidak!
Ketika Allah mengujimu dengan rasa sakit yang kamu rasakan. Sesungguhnya Ia ingin mengajarkanmu, bagaimana caranya menjadi lebih kuat. Kuat untuk berjuang meraih ridhoNya. Kuat untuk bertahan menjadi pribadi yang dapat melindungi saudara dan saudari lainnya. Kenapa? Egoiskah Allah? Tidak!
Ketika Allah mengujimu dengan pengkhianatan. Sesungguhnya Ia ingin mengajarkanmu bagaimana cara menjaga kepercayaan. Bahwa memikul amanah adalah tugas yang berat untuk kita sebagai manusia. Juga supaya kamu tidak mengkhianatiNya dengan mengulang-ulang kesalahanmu. Kenapa? Jahatkah Allah? Tidak!
Sungguh tak ada kerugian bagi Allah ketika kamu berpaling dariNya. Itulah cara Allah mengutamakanmu. Itulah cara Allah meninggikan derajatmu. Ia begitu ingin kamu kelak dekat denganNya, berada di sisiNya. Begitu besar cinta Allah untukmu bukan?
Jika kamu berusaha mencari dan telah menemukanNya, maka kehilanganmu tak ada apa-apanya. CintaNya memenuhi hatimu, saudariku. Percayalah. Dukamu takkan lama hinggap. Sakitmu takkan lama bertamu. Allah menghapusnya dengan cinta yang lebih besar dan melimpah.
Ketika kamu berusaha meraih cintaNya, Ia akan memberikan cinta dan kasih semesta alam untukmu. Dapatkah kamu menghitungnya, saudariku?
Maka, janganlah kamu bersedih saudariku. Percayalah, Allah telah menyiapkan banyak hal terbaik untukmu. Bangkit dan tersenyumlah! Hamasah!

Selasa, 02 November 2010

salam Cinta untukMu ya Rabb

saat rindu membuncah..
tanya pun melimpah ruah..

...saya bukan sempurna..
..saya juga bukan si hina..

saya cukup adanya..
tidak kurang dan tidak lebih...

lagi,,
pahit seperti adanya..
tapi rindu tetap membuncah..meluap...

maka kujemput cinta sejati di penghujung salam..
salam cinta tak terkira..terlahir dari syukurku pada Mu ya Rabb..
kujemput cintaMu..
kuraih kasihMu..
kurindu sisiMu..

si tak sempurna dan bukan si hina ini masih mendambaMu..
akan selalu..
........

Ya Rabb..
Engkaulah sungguh kekasih sejatiku...
yang takkan meninggalkanku,,yang takkan menyepikanku..
selalu meninggikan derajatku..selalu meningkatkan cintaku..

maka..pe;liharalah hatiku ya Rabb..
kutitipkan ia,,hingga batas waktu yang Kau tentukan...

ketika Allah menjawabku..

..rindu..hitam..pekat..

rindu...rindu...rindu...

Jumat, 01 Oktober 2010

Maher Zain attacks!

Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan saya di hari itu.
Hari saat saya tidak memiliki rutinitas yang menyita waktu saya, saya juga tidak disibukkan dengan segala kehedonan yang biasa saya lakukan.
Hari itu, secara tiba-tiba saja, kamar saya menerima kunjungan teman depan kamar yang mengaku sebagai wanita dengan kekerenan parah dan tak tertolong, Cece. Setelah kami tertawa-tawa dan mengalami kejadian mati suri menonton klip video Super Junior, tiba-tiba Cece bertanya tanpa basa-basi, “kamu tahu Maher Zain gak Cum?”
Saya yang ditanya hanya bisa geleng-geleng kepala sambil berpikir, makanan apa lagi tuh? Maklum, perut saya sudah meronta-ronta minta jatah harian.
“Lagu nya bagus-bagus Cum. Dakwah Islam, penyanyinya Turki2 Amerika gitu. Iiih, Cece jatuh hati sama dia Cum!” ujarnya beruntun.
Saya pun mengernyitkan dahi sambil bertanya-tanya di dalam hati, ni temen gak tahu kali ya gue cewek kayak apa? Dengerin lagu aja yang ajeb2.
Berhubung laptop Cece has its period, jadi Cece pun meminta lagu-lagu itu ke Cut, temen kos seberang lorong.
Tak lama kemudian, lagu pertama dan berikutnya pun didengar dan dibaca pula liriknnya.
Then, suddenly….it came. Intro lagu bernuansa R&B dimulai, sebelum penyanyi bersuara, saya membaca lirik pertama lagu ini.

“We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn’t stop buying”

Refleks, makian kasar kontan keluar dari mulut saya sambil menunjuk-nunjuk layar laptop saya. Sejurus kemudian saya berujar “Astagfirullah..”
Cece bingung, “Kenapa Cum?”
“Liriknya Ce, menampar mukaku!”
Cece terdiam. Saya terdiam. Mengikuti alunan lagu Abang Maher yang semuanya benar2 menusuk di tempat yang tepat. Hingga sampai pada lirik:
“My dear brother and sister
It’s time to change inside
Open your eyes
Don’t throw away what’s right aside
Before the day comes
When there’s nowhere to run and hide
Now ask yourself ’cause Allah’s watching you
Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?”
Subhanallah!
Pilu hati saya. Mata Cece dan saya berkaca-kaca. Kami hanya bisa berpandang-pandangan, lalu memanggil nama satu sama lain dengan nada suara yang mengenaskan. Saya segera keluar kamar alih2 ke dapur, mencari feel yang berbeda dari dalam kamar saya. Ketika saya kembali masuk ke kamar, Cece berujar “Cum, Cece baru ngeh lirik awalnya. Dalem. Huaaa!!”
Histeris kami bersama. Melihat apa-apa yang telah kami perbuat hanya untuk memenuhi kepuasan kami saja.
Betapa Allah menyayangi kami, Allah mengingatkan kami, memberikan kami kesempatan dan suasana hati yang pas untuk memudahkan hati kami menerima peringatanNya yang indah itu.
Segera, saya memberi tahu orang-orang terdekat saya untuk mendengarkan lagu Awaken ini. Via jejaring sosial pun saya lakukan karena hari itu hati saya benar-benar tergugah. Malu pada diri saya sendiri. Malu karena saya belum bisa mencoba mencintai Allah dengan sepenuh hati. Masih mengkhianati Allah yang melimpahkan begitu banyak cintaNya pada saya. Saya malu. Benar-benar malu.

Awaken
By: Maher Zain
We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn’t stop buying
We gave charity to the poor ’cause
We couldn’t stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we’re just lying
Oh
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We were told what to buy and we’d bought
We went to London, Paris and
We made show we were seen in the most exlusive shops
Yes we felt so very satisfied
We felt our money gave us infinite power
We forgot to teach our children about history and honor
We didn’t have any time to lose
When we were.. (were)
So busy feeling so satisfied
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves
We became the visuals without a soul
despite the heat
Our homes felt so empty and cold
To fill the emptiness
We bought and bought
Maybe all the fancy cars
And bling will make us feel satisfied
My dear brother and sister
It’s time to change inside
Open your eyes
Don’t throw away what’s right aside
Before the day comes
When there’s nowhere to run and hide
Now ask yourself ’cause Allah’s watching you
Is He satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Is Allah satisfied?
Oh
I’m walking with my head lowered in shame from my place
I’m walking with my head lowered from my race
Yes it’s easy to blame everything on the west
When in fact all focus should be on ourselves

Sekitar pukul 4 sore, teman-teman kos lainnya pulang dari perantauan masing-masing guna mencari sesuap nasi (lebay). Saat mereka berkumpul di kamar saya sambil menyantap makan malam bersama, kami perdengarkan alunan lagu abang Maher ini. Sesaat saya merasa bersalah kepada Boi. Nafsu makannya berhenti seketika saat saya bercerita tentang liriknya. Namun, tak berapa lama kemudian saya kembali bersyukur. Mengapa? Karena ketika satu mulut berkurang, maka itu berarti saingan hidangan makan malam pun berkurang! Dasar anak kos! :-p

Jumat, 13 Agustus 2010

menjelang 19 Austus 2010..hrrr

sperti yang diketahui khalayak ramai mengenai pengumuman dahsyat yang terpampang di mading ajmp fakultas, bahwa:

Anggun Desmagianti Haryaningtyas
b04060485
UASKH tanggal 19 Agustus 2010

jreng..jreng..jreng...
mata orang2 terbelalak..
seakan tak percaya,, bagaimna mungkin tim penelitian patologi tahun ini memecahkan rekor tidak lulus belakangan..hancur sudah hipotesa penelitian di patologi bakalan bikin lw lulus belakangan...

persiapan menuju 19 ini bagaimana?
jangan ditanya!
w udah berusaha sangat keras...penuh peluh keringat, dan kadang lidah ber-panting ria mengeluarkan panas dari dalam tubuh,,,(busyeng)
gue pinjem diktat2 kuliah fisio, cunningham, guyton, endo dan ekto, semuaaa yang hilang dari gue..
(baru inget ikk dan itr belum ku pinjam)
dan itu tumpukan buku berakhir di kos an..dimana, sekarang udah gw tinggal balik ke rumah..

persiapan di rumah?
susu 2 krat, cemilan, buah2an,
untuk apakah itu semua?
yaa untuk gemukkin badan..
belajarnya?
jangan tanya!
gue gak kalah hebatnya dengan para mahasiswa berprestasi itu.
dari bangun hais saur hingga waktu dzuhur, udah gw pantengin tuh komputer!
ngapain?
ngapain lagi kalo bukan facebookan, maen zoo paradise, liat2 blog..

tapi adakalanya kokotak gue yang kram ini menjadi benar adanya.
semalam buktinya, gw searching perkembangan2 terbaru dari unggas peternakan pada 2010.
yaa,, dapetlah,,dan gw rasa itu cukup lumayan..
hmmm...

sidang..sidang..sidang...
dan tiba2 gue teringat!
astagfirullah!!
perbaikan draft skripsi yang harusnya guw ambil dari dosen ps gue untuk disisipkan ke map ajaib itu (berisi draft openilaian sidang yang dikrim ke dosen2 penguji) belum gw ambil!!!

bismillah aja dah..
apa guna punya daya pikat menarik? kalo gak bisa jawab akan gue keluarkan jurus terampuh cumi termehek2..
dengan bibir yang agak bergetar2 gimana gitu, suara yang sedikit serak dan mata yang akan berkaca2..gue akan bilang: maaf bu saya lupa jawabannya..

dziiing.....